Senin, 24 Agustus 2015
Title : "Treasure, Throne, Woman"
Cast : -Kim Junmyeon = Suho
- Park Chanyeol = Chanyeol
- Byun Baekhyun (Yeoja) = Hyuna
- Zhang Yixing (Yeoja) = Hanami
PART 1
Matahari mulai turun dari langit biru dan langit sore pun sudah terlihat dimata Hyuna meneteskan air matanya dan wajah cantiknya basah karena airmatanya. Angin yang kencang menyisir rambutnya yang panjang dan hitam. Suho memegang pundaknya dan memeluknya.
"uljima.. aku tak bisa melihatmu menangis, akan ku usahakan Chanyeol pasti merubah sifatnya"
"Oppa, aku sangat mencintainya"
:Aku mengerti". Suho sangat paham perasaan Hyuna yang sangat mencintai adiknya yaitu Chanyeol meski Suho juga mencintai Hyuna. Suho membelai rambutnya dan ia berkata dalam hatinya.
"Tak apa aku tak dapat cintamu, namun aku akan slalu ada untuk dirimu, aku akan membantumu untuk terus bersama Chanyeol, sudahlah Hyuna, jika kau tau perasaanku nanti kau tak perlu perdulikan perasaanku". Hanami yang melihat Suho memeluk Hyuna begitu terluka, karena Hanami menyukai Suho sejak SMA dan ia bekerja sebagai seketaris Suho di perusahaannya. Suho memang selalu menghargai perasaan Hanami, namun Hanami kini melihat kejadian yang membuatnya sangat terluka. Suho melihat Hanami dan Suho melebarkan matanya. Hanami hanya tersenyum namun air matanya menetes lalu meninggalkan mereka. Suho melepaskan pelukannya dan memegang pipi Hyuna.
"Kembalilah kerumah, ini sudah mau malam. Anginnya sangat dingin, nanti kau sakit. Okay?"
"Ne oppa". Suho mengantar Hyuna sampai lobby dan Hyuna pulang naik taxi. Suho mencari Hanami di ruangannya, namun ia melihat Hanami bersiap-siap untuk pulang.
"K...kau mau kemana Hanami-ya?"
"Pulang"
"Kuantar ne?"
"Bagaimana dengan Hyuna?"
"Dia pulang naik taxi"
"Tak usah, aku naik bus saja"
"Tapi ini sudah mau malam"
"Tak masalah".
Hanami pun keluar dari ruangan Suho dan tersenyum pada Suho. Suho memegang tangan Hanami dan menggenggamnya.
"Apa kau sedih?"
"Ani, sudah, aku mau pulang". Hanami pun berjalan dengan cepat keluar dari kantor itu, ia berjalan menuju Halte dekat kantor. Suho mengikutinya dengan naik mobil dan menjaga jaraknya agar Hanami tak melihatnya. Hanami duduk di halte dan menutup wajahnya, Suho melihatnya tampak ia seperti menangis.
"Mengapa aku melukainya? Mengapa aku menjadi pengecut sekarang? Mengapa kakiku berat untuk mendekatinya. Harusnya aku disana dan memberikan sapu tangan itu pada hanami" batinnya. Bus selalu lewat, namun Hanami tak naik. Ia hanya melamun dan meneteskan air matanya. Akhirnya Suho memberanikan diri untuk mendekati Hanami.
"Bolehkah aku memelukmu?". Hanami dan terkejut ia segera menghapus air matanya.
'Aaa sajangnim.. un..". Tiba-tiba Suho memeluk Hanami dan jantungnya berdebar, membuatnya semakin erat memeluk Hanami.
"Menangislah di pelukanku. Aku bertanggung jawab atas lukamu, aku mengerti perasaanmu. Hyuna hanya;ah wanita yang mencintai adikku, tak mungkin aku mengambilnya".
"Sajangnim..."
"Jangan panggil aku sajangnim, panggil aku Oppa".
"Wae?". Suho melepaskan pelukannya dan ia mencium bibir Hanami dan membelai rambutnya dan Suho berkata dalam hatinya.
"Mianhae, bantulah aku melupakan Hyuna. Ajari aku untuk mencintaimu Hanami". Hanami melepaskan ciuman itu "Mianhae" ia pun segera masuk kedalam bus dan Suho mengepalkan tangannya.
(Chanyeol POV)
Selepas pulang meeting, ia langsung pergi ke Bar dan ia minum banyak wine dan alkohol. Hyuna melihat Chanyeol yang mabuk dan berjalan kesana kemari tanpa arah.
"Stop stop" Taxi pun berhenti dan Hyuna memegang badan Chanyeol. Hyuna tak suka bau mulut Chanyeol dan Hyuna pun membawa Chanyeol ke rumahnya. Di Taxi Hyuna memangku kepala Chanyeol dan membelainya dengan lembut.
"Sampai kapan kau akan begini?"
"Sampai aku puas dengan harta dan wanita. Hidup tanpa harta dan wanita itu tak akan bahagia". Chanyeol pun memejamkan matanya dan Hyuna meneteskan airmatanya.
"sampai kapan kau akan terus mempermainkan wanita?". Ketika sampai dirumahnya, Hyuna membawa Chanyeol ke kamar dan menyelimuti Chanyeol, ia menggantung jas yang Chanyeol pakai dan ia mengelus kening Chanyeol. Chanyeol mengigau dan memegang tangan Hyuna.
"Ayo sayang, kita lakukan lagi. Aku belum puas. Hahaha". Chanyeol pun menarik Hyuna dan Hyuna pun melepaskan pelukan Chanyeol. Hyuna terkejut atas kata-kata Chanyeol dan pergi dari kamarnya. Hyuna duduk di sofanya dan menangis.
"Berapa wanita yang telah kau tiduri Chan-ah, aku tak menyangka kau bertindak sejauh itu. Namun aku tak pernah berhenti untuk mencintaimu, aku yakin kau akan berubah. Aku yakin suatu saat kau mencintaiku seorang". Hyuna pun tertidur di Sofa dan ia menyelimuti dirinya. Meski di ruang tamu sangat dingin, Hyuna mengalah pada Chanyeol.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar